Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2025

Kenapa Thinking & Intuiting Susah Minta Maaf

📌 Resume Diskusi Grup WA Promotor STIFIn Brain (16 Agustus 2025) 1. Pertanyaan Awal Bu Annisa membuka diskusi: 👉 Kenapa Thinking (T) dan Intuiting (I) sulit minta maaf, lebih sering mengganti dengan tindakan? 2. Thinking (T) dan Minta Maaf Karakter T : Dominasi logika → hati cuma 20%. Love language = Act of Service → minta maaf lewat tindakan. Fokus menyelesaikan masalah, bukan meredakan perasaan. Kata “maaf/tolong” lebih sering dipakai dalam konteks birokrasi. Contoh nyata : Suami T minta maaf dengan belikan jajan buat istri. Anak T bisa terbiasa bilang maaf kalau lingkungan dominan Feeling/Insting yang membiasakan anaknya untuk minta maaf jika salah. T lebih mudah minta maaf jika posisi tahtanya terancam. Respon yang diharapkan : Jangan diungkit lagi kesalahan setelah minta maaf. Diam + perbaikan kesalahan = bentuk maaf paling jelas bagi T. 3. Intuiting (I) dan Minta Maaf Karakter I : Cenderung gengsi. Sering lupa untuk minta maaf. Menganggap masala...

5 Ide Konten Sosial Media Dengan Tema Meminta Maaf

5 variasi gaya status Facebook atau Sosial media lainnya, dari tema “Bahasa Maaf ala Mesin Kecerdasan” supaya bisa dipakai.  1. Gaya Serius & Edukatif “Bahasa maaf tiap orang berbeda. Thinking (T): maafnya lewat tindakan tanggung jawab, bukan kata. Intuiting (I): gengsi minta maaf, tapi cepat melupakan. Feeling (F): kata maaf saja sudah cukup, karena hati mereka penuh cinta. Kalau begitu, jangan buru-buru salah paham. Bisa jadi dia sudah minta maaf, hanya dengan ‘bahasa’ yang berbeda.” 2. Gaya Lucu & Ringan T kalau salah: ‘Aku beliin bakso aja ya…’ 🍜 Tanggung jawab mengenyangkan.  I kalau salah: ‘Eh, tadi aku mau bilang maaf… tapi kok  lupa…’ 🤦 F kalau salah: ‘Maaf yaaa…’ (besok diulang lagi 😆). Hati-hati, beda Mesin Kecerdasan → beda cara minta maaf!” 3. Gaya Storytelling Relate (Pasangan) Pernah nggak sih pasanganmu habis bikin kesal, tapi bukannya bilang ‘maaf’, malah tiba-tiba bawain gorengan? 🤔 Atau ada juga yang habis marahan, besoknya biasa aja seolah n...